3 Transistor Walkie Talkie Skema Murah

         Menemukan satu walkie-talkie diagram shematic populer di sini. Saya percaya ini skema walkie talkie yang baik untuk kesederhanaan dan biaya pendidikan karena murah untuk membangunnya. Ini terdiri dari 3 transistor hanya untuk memberikan menyenangkan komunikasi 2 arah. Frekuensi kerja adalah sekitar 27 MHz.Transistor yang digunakan adalah Jepang model yang mudah untuk menemukan di sini pada saat itu. Dan walkie talkie skematis saya adalah sekitar 20 tahun yang tersedia di pasar. Tapi sungguh, aku belum pernah membangun ini PCB sehingga tidak dapat melaporkan hasilnya.
Walkie talkie daftar komponen adalah:
1. R1=2k7Click To Enlarge
2. R2=15k
3. R3=R8=R9=120
4. R4=390
5. R5=10k
6. R6=5k6
7. R7=270k
8. C1=24pF
9. C2=C7= 39 nF
10.C3= 15 pF
11. C4=C5= 22nF
12. C6=C8=4.7nF
13. C9=47uF
14. C10= 33uF
15. Q1= 2SA103
16. Q2= 2SB175
17. Q3=2SB178
18. T = OT240
19. L1 = L2 = 9 turns 0,5 mm diameter kawat diemail tele pada osilator berdiri kosong.
20. RFC = 33 turns, 0.5 cm diam, 0,5 mm email kawat.

Untuk mengatur frekuensi, ikuti langkah berikut:


1. memeriksa komponen yang tepat alokasi dan solder. Kemudian menerapkansumber daya 9V DC. Anda di sini harus kebisingan ssssssshhh dari speaker. Jikatidak ada suara terdengar, periksa walkie talkie audio yang blok Q2 dan Q3.Memperbaiki masalah ini sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.


2. Untuk memangkas L1, Anda membutuhkan generator sinyal. Tentu Anda dapat menggunakan radio transceiver HF untuk menghasilkan sinyal. Tapi silakan gunakan dummy load dan output daya kecil. Atur generator sinyal untuk setiap frekuensi sekitar 27 MHz dan menempatkan antena di samping generator sinyalantena walkie talkie. Kemudian trim L1 inti ferit untuk mendapatkan suara yang paling keras speaker. Lakukan langkah yang sama untuk walkie talkie kedua Andatelah membangun.


3. Sekarang mengatur blok transmisi walkie talkie. Dorong tombol PTT dari satuwalkie talkie. Masih mendorong saklar PTT, cobalah untuk memangkas L2 untukmemperoleh frekuensi yang benar yang diterima oleh walkie talkie kedua. Trim L2sampai kebisingan statis walkie talkie kedua adalah minimal, itu berarti Andamengatur mengalahkan nol. Lakukan langkah yang sama untuk kedua walkie talkieuntuk menyesuaikan blok transmisi untuk mendapatkan walkie talkie dipasangkan.

Sekarang walkie talkie proyek Anda selesai. Jika Anda membutuhkan PCB, saya pikir saya dapat membantu Anda mencari di sini dan kirim ke Anda. Harga PCBadalah 20 persen US $. Dan kit total biaya US $ 3 kurang tanpa casing dan antena.Tapi karena itu 20 tahun yang lalu PCB yang dihasilkan oleh Siemcor, mungkin itu akan sedikit agak sulit untuk menemukan. Atau bahkan Siemcor sendiri tidak lagiada.

Selamat bereksperimen.

RANGKAIAN CHARGER OTOMATIS / PRINSIP KERJA CHARGER BATERE OTOMATIS

Seperti pada postingan-postingan saya sebelumnya yang berisikan berbagai macam rangkaian elektronika yang sederhana beserta prinsip kerjanya, maka kali ini juga saya akan menghidangkan rangkaian - rangkaian charger otomatis yang sangat sederhana. Rangkaian charger di bawah ini terdiri dari dua tujuan penggunaan yaitu yang pertama untuk pengisi batere 9 volt atau 1.5 volt dan yang kedua pengisi aki 12 volt. Secara prinsip kerja kedua rangkaian ini memiliki pola yang sama, hanya saja dibedakan oleh komponen switching yang memang disesuaikan dengan besar arus yang akan dialirkan. Pada rangakain pengisi batere kita bisa menggunakan transistor sebagai komponen switchingnya karena memang arus yang akan diailrkan relative kecil sedangkan untuk rangkaian pengisi accu 12 volt harus digunakan kompenen yang lebih sesuai seperti SCR (Silicon Controlled Rectifier) atau anda bisa juga tetap menggunakan transistor tetapi harus mempunyai dispasi daya yang mencukupi.

CHARGER BATERE OTOMATIS | RANGKAIAN PENGISI BATERE OTOMATIS

rangkaian charger batere

Gambar rangkaian charger batere otomatis | Gambar rangkaian pengisi batere otomatis

Pada dasarnya rangkaian yang saya rancang diatas memiliki cara kerja yang sangat sederhana, dimana rangkaian tersebut dirancang supaya tidak terjadi short circuit atau hubungan pendek antara tegangan supply dengan batere yang akan di-charge. Memang benar jika ada salah seorang ingin mencoba untuk mengghubungkan langsung antara supply dengan batere maka batere bisa dipastikan akan terisi. Tetapi arus yang mengalir melalui batere yang dicharge tidak bisa dikontrol serta jika batere sudah penuh maka batere tersebut akan rusak atau soak jika tetap pada kondisi hubungan pendek.

Prinsip Kerja Charger Batere

Pada saat batere kosong kita pasang pada terminal pengisian, transistor Q1 akan langsung aktif dikarenakan arus akan mengalir melalui R1 dan akan memicu basis transistor Q1. Pada kondisi ini arus yang akan mengisi batere sebagian besar berasal dari kolektor Q1 yang terhubung langsung dengan terminal positif supply. Kemudian selama proses pengisian berlangsung kenaikan tegangan pada batere akan memperbesar arus yang mengalir pada basis Q2 melalui R5 10 Kohm, VR1 dan dioda D2. VR1 merupakan komponen yang digunakan sebagai kalibrasi awal untuk menentukan posisi yang tepat dalam perencanaan proses switching rangkaian. Untuk VR1 anda bisa menggunakan trimpot atau potensio sesuai dengan selera anda. Pada awal pengisian, aturlah potensio pada posisi led indicator D3 pada kondisi mati, serta arus yang mengalir masuk pada kolektor Q1 tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

Jika batere sudah terisi penuh maka led indicator secara otomatis akan menyala dikarenakan kenaikan tegangan pada batere yang di charge akan menyebabkan kenaikan arus yang mengalir pada basis transistor Q2 serta akan memutuskan siklus pengisian akibat transistor Q1 mengalami cut-off dikarenakan kekurangan arus basis. Mengapa pada kondisi tersebut Q1 akan mengalami kekurangan arus basis hal ini dikarenakan hampir semua arus yang mengalir pada R1 10 Kohm akan berpindah ke dioda D1 yang secara logika terhubung langsung dengan ground akibat Q2 mengalami jenuh.
.
Daftar Komponen
1. Resistor : R1 (10 Kohm), R2 (680 ohm), R3 (100 Kohm), R5 (10 Kohm) dan VR1 (Potensio / Trimpot = 100 Kohm)
2. Dioda : D1 & D2 ( IN4002) dan D3 (Led)
3. Transistor : Q1 dan Q2 (2N3904)
4. Catu daya 9 volt

CHARGER ACCU OTOMATIS | RANGKAIAN PENGISI AKI OTOMATIS


Gambar rangkaian charger accu 12 volt otomatis | Gambar pengisi aki otomatis

Untuk rangkaian pengisi accumulator di atas mempunyai cara kerja yang sama dengan rangkaian charger batere di atas. Dimana pada kedua rangkaian memanfaatkan kenaikan tegangan pada batere untuk mentrigger komponen switching pemutus pengisian rangkaian. Hanya saja jika kita menggunakan transistor seperti pada rangkaian pengisi batere otomatis, besarnya arus yang diloloskan melalui kolektor berbanding linier dengan penurunan arus yang mengalir pada basis akibat kenaikan tegangan batere yang di-charge. Tetapi jika menggunakan SCR seperti pada rangkaian pengisi batere, perbandingan arus gate dengan source tidak linier, atau dengan kata lain SCR tidak berfungsi sebagai penguat tetapi hanya sebagai saklar elektronik. Itu sih sebenarnya analisa saya secara simple, tetapi secara teoritis pasti ada rumus dan perhitngan secara matematis pada masing-masing komponen sesuai sfesifikasinya.

Untuk pengaturan awal rangkaian anda cukup memutar potensio atau trimpot hingga led indicator dalam keadaan mati dan arus yang mengalir memasuki source SCR tifak terlalu besar. Jika batere sudah terisi penuh maka led indicator akan menyala secara otomatis. Jika pada prakteknya anda mengalami kendala dan merasa nilai dari potensio atau resistor yang lain tidak sepenuhnya tepat, anda bisa memodifikasinya sendiri seusai dengan keinginan sendiri. Yang penting jika garis besar dari cara kerja rangkaian sudah anda pahami, anda bisa mengembangkan sesuai selera.
Saran : Sebaiknya anda menggunakan protoboard terlebih dahulu dalam membuat rangkaian charger batere otomatis dan charger accu otomatis di atas. Jika kerja rangkaian telah sempurna baru anda bisa membuatnya dengan PCB. 

INTERKOM

Interkom atau intercom dalam Bahasa Inggris adalah kepanjangan dari intercommunication device atau peralatan komunikasi internal. Interkom merupakan sebuah sistem komunikasi elektronik yang ditujukan untuk pembicaraan, pengumuman, atau proses komunikasi yang terbatas. Intercom bisa dibawa-bawa (portable intercoms) atau dipasang secara permanen di dalam sebuah gedung atau kendaraan. Interkom juga bisa digabungkan dengan alat komunikasi lainnya seperti telepon, telepon genggam, dan walkie-talkie. Selain alat komuniksi ini intercom juga bisa digabungkan dengan alat yang memiliki sistem serupa atau peralatan yang berhubungan dengan mekanikal atau elektrik seperti sinyal cahaya atau palang pintu. Intercom yang dipasang pada sebuah gedung biasanya disusun dari mikropon atau speaker yang terhubung pada sebuah papan pengawas (control panel) melalui banyak kabel. Sistem intercom kecil yang biasa dipasang di rumah-rumah yang menjadi penghubung antar beberapa ruangan. Sistem yang lebih besar mampu menghubungkan semua ruangan di seperti rumah sakit, pasar swalayan, sekolah, dan gedung-gedung besar lainnya. Biasanya di sekolah-sekolah sistem intercom digunakan untuk pengumuman-pengumuman yang harus mencakup seluruh sekolah. Sekarang ini di Amerika Serikat sekolah-sekolah menggunakan sistem ini yang telah dilengkapi dengan audio visualnya yang bertujuan unutk mengenali tamu-tamu atau orang-orang yang mencoba memiliki akses masuk ke gedung sekolah yang terkunci. Portable intercoms biasanya digunakan oleh orang-orang yang bekerja di lapangan dan harus berkomunikasi satu sama lain. Di sini biasanya akrab disebut dengan handy talkie (HT). Alat ini digunakan untuk memudahkan proses komunikasi mereka yang harus berjalan hampir setiap waktu mereka bekerja. Dulu sistem intercom yang masih tradisional seluruhnya terdiri dari komponen elektro analog, namun sekarang ini sistem intercom didasarkan pada koneksi digital.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Interkom"


                                               Sekema interkom


MENCARI, MELACAK POSISI SATELIT

Untuk menangkap siaran suatu stasiun tv yang dipancarkan melalui satelit, kita mengarahkan parabola ke arah posisi satelit berada. Ada dua posisi yang harus kita ketahui yaitu posisi kita dan posisi satelit. Posisi kita adalah posisi letak astronomi kota kita, informasi letak astronomi dapat di tanyakan ke kantor pengadilan agama setempat. Suatu contoh letak kota saya adalah 1o 46’’ LS dan 115o08’’BT
Pada umumnya posisi satelit hanya ditunjukkan garis bujurnya, karena semua satelit berada pada garis nol katulistiwa. Sebagai contoh satelit Palapa c2 berada di 113oBT, Telkom 1 berada di 108o. informasi lengkap mengenai posisi satelit dan siaran TV-nya dapat diperoleh di http://www.lyngsat.com atau di http://www.satcodx.com
Peralatan yang diperlukan :
  1. kompas : untuk mencari arah Utara-Selatan
  2. busur : untuk mencari sudut elevasi
  3. kunci, 19, 14, 10, obeng dll : untuk menyetel baut-baut.
  4. tali sling, roda kerekan burung : jika hendak dipasang tali agar bisa naik turun dengan tali (seperti rotator)
1. Mengatur AS/poros pada posisi Utara-Selatan
Pada bagian bawah parabola terdapat bagian (1)AS yang harus mengarah ke Utara-Selatan, (2) baut pengatur kemiringan ke arah katulistiwa dan (3) baut panjang pengatur kemiringan ke arah satelit.
Untuk menentukan arah Utara Selatan harus menggunakan kompas, karena sedikit saja meleset tidak akan dihasilkan posisi satelit dengan pas. Kalau sudah pas dikencangin(gak diubah-ubah)
2. Mengatur sudut elevasi ke katulistiwa.
Alat yang digunakan untuk mengukur sudut elevasi dapat dibuat sendiri menggunakan busur derajat yang sering dipakai anak-anak sekolah. Pada busur tersebut diberi tali dan bandul pemberat untuk mengetahui sudut kemiringannya. Setelah poros Utara-Selatan tepat dan dikunci kuat,langkah berikutnya mengatur sudut elevasi letak kota kita terhadap katulistiwa :
busur yang telah diberi bandul, pada bagian rata busur ditempelkan pada besi datar bagian bawah parabola, untuk mengetahui berapa sudut kemiringannya cukup melihat posisi lintang letak kota kita (umumnya LS karena sebagian besar kita berada di selatan katulistiwa). Jadi kalau letak kita 1o30”LS maka samadengan 1,5 derajat kita miringkan parabola ke UTARA. Jika sudah pas ini juga dikencangin, karena nanti yg bebas gerak adalah Barat-Timur, setelah arah utara pas dan kemiringan ke katulistiwa pas.
Baut yang kita setel adalah baut (2) pada gambar 1. pada kedaan ini baut (3) kita pasang kira-kira saja yang penting parabola tidak goyang.
3. Mengatur LNB
Sebelum mencari posisi satelit, sudut LNB harus diatur untuk mementukan polaritas LNB. Agar mudah tempatkan tanda NOL pada bagian atas LNB pada posisi ke arah Barat (TEPAT). Pada pengaturan LNB, baut(3) penyangga Barat-Timur dilepas terlebih dahulu. Jangan lupa memasang tutup LNB setelah selesai mengatur sudut LNB.
4. Jika langkah 1,2, dan 3 sudah berjalan dengan benar, pada langkah 4 adalah langkah mencari posisi satelit (disini diasumsikan memasukkan parameter TV atau mengisi nomor transponder pada receiver digital sudah bisa). Baut (3) sebenarnya tempat untuk memasang rotator (jika menggunakan rotator). Pada pencarian satelit baut(3) masih dilepas. Sebagai contoh TVTL berada di satelit telkom 1 (108o) parameternya adalah Frekuansi 03776; symbolrate 08245 ;polarity Horizontal. Setelah parameter diinputkan pada receiver, sebelum menekan OK/SEARCH/CARI , kita perhatikan kekuatan signal. Kalau letak kota saya 115 dan satelit Telkom 108 ,berarti parabola saya miringkan ke barat (115-108) = 7 derajat. Pada posisi sekitar 7 derajat parabola digerakkan pelan-pelan sambil melihat kekuatan sinyal terbesar. YAK… sinyal terbesar dapat ditandai posisinya baru OK. Dapat deh lihat deh Euro.
Kalu sampai lebih 7 derajat gak dapat sinyal ada 3 kemungkinan, seperti pada langkah 1 – 3 .
Dengan memasang tali slink, saya dapat menangkap mulai dari satelit THICOM 2/3 (78,5o) sampai satelit APSAR 1 A (134 o) kalau dihitung Tvnya bisa 200 TV lebih satelit AGILA (146o) gak dapat karena terhalang rumah.. OH ya kalau posisi satelit derajatnya lebih kecil berarti miringnya parabola ke arah Timur. Mudahan berguna. Mudahan ada yang nambahin
RALAT : 14 Juni 2010: yang benar semakin kecil, makin miring ke arah Barat
Tambahan tentang BUSUR
(gbr. 1) gbr.2
gbr.1 busur dilobangi di titik pusat sudutnya trus diberi benang dan pemberat,pada gambar pemberat yang saya gunakan kunci no.9. kemudian 4 buah segitiga kecil disekitar busur tersebut adalah magnet gunanya untuk menempelkan busur pada bagian bawah disk yang rata. Busur itu saya potong karena yang dipakai hanya 1s/d 8 derajat saja
gbr.2 busur yang dijepit oleh magnet, agar dapat menempel pada disk dan kita gak usah megangi. Namun kalau tidak ada magnet tidak apa, asal mau memegang. dulu saya pernah ambil magnet dari speaker lalu saya lem pada busur tapi sudah hilang karena dipinjam kesana kemari.

Sparepart Type UEM

Sparepart
Berikut dibawah ini adalah beberapa buah komponen utama yang terdapat di dalam Hand Phone beserta trouble shooting dan fungsinya:
  1. Antena Switch
    Fungsi : Sebagai pengolah dan penyempurna serta menyatukan tegangan signal RX dan signal TX.
    Trouble Shooting:
    • Tidak ada jaringan
    • Hanya keluar salah satu jaringan saja
    • Signal naik turun
    • Pada saat sinyal tampil hp langsung mati
  2. IC Audio (COBBA)
    Fungsi : Sebagai pengolah sinyal suara yang masuk dari IC RF, kemudian diperkuat dan diteruskan kepada speaker, memperkuat getaran suara yang telah diubah terlebih dahulu oleh mic menjadi getaran listrik kemudian diteruskan ke IC RF, menjalankan perintah dari CPU. Pada IC Audio juga terdapat PCM (Pulse Code Module) dan EEPROM yang berfungsi untuk membaca kode sinyal yang datang dari operator untuk disesuaikan dengan IMEI ponsel. Disamping itu juga berfungsi untuk menyimpan data-data yang bersifat permanen seperti imei, phone code, dsb.
    Trouble Shooting:
    • Contact Service
    • Blank hitam pada LCD
    • Signal naik turun
    • Sepiker dan Mic mati
  3. IC CPU
    Fungsi : CPU merupakan serangkaian komponen elektronika yang terintegrasi dan akan berfungsi sesuai dengan tugasnya masing-masing. Komponen ini mempunyai tugas yang sangat signifikan, karena komponen ini merupakan otak dan suatu ponsel. Dengan kata lain CPU adalah pusat dan sistem kerja ponsel.
    Trouble Shooting:
    • Mati total (Matot)
    • Tidak ada jaringan
    • Restart
    • Tiba-tiba HP mati sendiri
    • Contact Service
    • LCD blank
  4. IC Power (CCONT)
    Fungsi : Sebagai pensuplai tegangan arus listrik kepada masing-masing komponen sesuai dengan kebutuhannya.
    Trouble Shooting:
    • Mati total (Matot)
    • Insert SIM card
    • Contact Service
    • Restart
    • No Charging
    • Blank hitam pada LCD
  5. IC UEM
    Fungsi : Sebagai pensuplai tegangan arus listrik kepada masing-masing komponen sesuai dengan kebutuhannya. Pada IC UEM ini merupakan gabungan dari IC Power, IC UI, IC Charging.
    Trouble Shooting:
    • Mati total (Matot)
    • UPP Bad Respon 02
    • Error data 2 ( Tornado )
    • Contact retailer / contact service
    • Phone restic ( cek IMEI ??????? )
  6. IC Flash
    Fungsi : Komponen ini sebagai media penyimpanan data pada ponsel yang tidak permanen dalam kata lain dapat diubah atau ditambah dengan data-data yang berada pada komputer. Alat ini sama fungsinya dengan hard-disk pada komputer.
    Trouble Shooting:
    • Restart
    • Tiba-tiba hp mati sendiri
    • Contact Service
    • LCD blank
    • Mati total
    • Salah satu data hilang dati menu
  7. EEPROM (Electrically Erase Programable Read Only Memory)
    Fungsi : Sebagai tempat penyimpanan data pada ponsel yang dirancang tidak tergantung dengan adanya arus listrik dari ponsel tersebut, karena sudah ada battery khusus atau arus listrik yang telah dimilikinya, biasanya komponen ini menyimpan data pabrik seperti IMEI1, IMEI2, Security Code, Versi program dan tanggal pembuatan. Namun untuk ponsel merk Nokia keluaran terbaru data yang terdapat pada komponen ini tidak dapat diubah.
    Trouble Shooting:
    • Mati total (software )
  8. MCU (Master Control Unit)
    Fungsi : Data yang ada di dalam ponsel yang terletak berada pada IC Audio, data ini bersifat permanen atau sudah dari pabrik, seperti : versi program ponsel, IMEI, tahun pembuatan, dan phone code.
    Trouble Shooting:
    • Mati total ( software )
  9. IC RAM
    Fungsi : Komponen ini pada dasarnya merupakan tempat penyimpanan data juga, tapi sifatnya hanya sementara, karena komponen ini cara kerjanya tergantung pada arus listrik yang terdapat dalam komponen tersebut. Jika ponsel dimatikan maka secara langsung data yang terdapat dalam komponen tersebut akan hilang dengan sendirinya. Komponen ini sangat berkaitan erat dengan aktifitas CPU. Semakin besar kapasitas dari RAM maka akan baik Dula kinerja dari CPU, tetapi jika RAM mengalami kerusakan maka CPU tidak bisa bekerja.
  10. IC Charging
    Fungsi : Komponen ini akan bekerja secara otomatis pada saat pengisian yang bekerja hanya untuk mengisi tegangan battery yang dikendalikan oleh CPU melalui IC Pengontrol.
    Trouble Shooting:
    • No charging
    • Nyedot batre
  11. IC UI
    Fungsi : Sebagai pengontrol data yang diperintahkan oleh IC CPU pada Vibrator,Buzzer, Led dan bersifat sebagai saklar otomatis dalam ponsel.
    Trouble Shooting:
    • Mati total
    • Tidak ada getar
    • Dering mati
    • Led mati
  12. IC PA
    Fungsi : Sebagai pengontrol tegangan sinyal TX serta penguat akhir sinyal yang akan dipancarkan melalui komponen switch antena yang terdapat pada ponsel.
    Trouble Shooting:
    • Sinyal keluar kemudian hilang
    • Tidak transmit
    • Mencari jaringan
    • Nyedot batre
    • Mati Total (Matot)
  13. IC RF (HAGAR)
    Fungsi : Sebagai pengontrol sinyal RX (masuk) dan TX (keluar), agar setiap bagian dapat bekerja dengan baik. Komponen ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu: IF, Mixer, Osilator, Detektor, Enkoder, Dekoder, AFC, Tone Frequency dan Squelch.
    Trouble Shooting:
    • Mencari jaringan
    • Keluar salah satu jaringan
    • Mati Total (Matot)
    • Restart
    • Blank Putih pada LCD
  14. IC VCO (Voltage Control Oscilator)
    Fungsi : Sebagai osilator/pembangkit frekuensi yang akan dikirim melalui bagian TX (pemancaran) dan frekuensi yang masuk melalui bagian RX (penerimaan) agar tetap sama dengan yang dipancarkan. Disamping itu piranti ini juga berfungsi sebagai pengatur tegangan pulsa dari RF Signal Processor.
    Trouble Shooting:
    • Hanya salah satu kartu yang bias digunakan
    • Mencari jaringan ( serching )
    • Sinya keluar kemudian hilang
  15. LCD (Liquid Crystal Display)
    Fungsi : Sebagai alat yang akan menampilkan semua aktifitas dan ponsel, sebagai media komunikasi baca dan tulis pada ponsel.
    Trouble Shooting:
    • Blank
    • Tulisan terbalik/berantakan
    • Pecah
  16. Keypad
    Fungsi : Sebagai peralatan input yang memberikan perintah data kepada CPU ponsel untuk diproses dan akan dikirimkan kepada komponen lain yang berkaitan dalam ponsel.
    Trouble Shooting:
    • Blank
    • Tulisan terbalik/berantakan
    • Pecah
  17. Battery
    Fungsi : sebagai sumber arus listrik yang diperlukan untuk memberikan arus listrik pada ponsel. Battery untuk ponsel ada beberapa macam, yaitu Nickel-Metal Hydrate (NiMH), Lithium-Ion (LiON), dan Lithium-Poly¬I RI- (LiPoly)
    Trouble Shooting:
    • Ngedrop
    • Pada saat melakukan panggilan, hp langsung mati
    • Lampu LCD berkedip kedip
    • Charging gagal

Type UEM beserta fungsinya

Berikut adalah Type UEM beserta fungsinya :
Type UEM Fungsi UEM
UEM 4370825
Nokia Seri: 1100-2300-3510-3100-3510i-3600-3650-3660-5100-6200-6310-6600-6610-8310-CDMA
UEM 4376001
Nokia Seri: 3100-6100-6610i
UEM 4370959
Nokia Seri: 3200-6220-7200
UEM 4376371
Nokia Seri: 3220-3230-6020-6102-6230-6260-6670-7260-7270-7610
UEM 437B226
Nokia Seri: 3300-6170-7270-7260
UEM 4370805
Nokia Seri: 3510-6310-6510-8310-8910
UEM 4376401
Nokia Seri: 2300
UEM 4371701
Nokia Seri:5140
UEM 4370945
Nokia Seri: 6230
UEM 4376347
Nokia Seri: 6260-7610
UEM 4370841
Nokia Seri: 7210-7650
UEM OMAP T4377049
Nokia Seri: 6680
UEM 4370861
Nokia Seri: 7650
UEM 4377029
Nokia Seri: 9500

Kabel flash sama

Kabel Flash NOKIA yang sama :
  • Nokia 1100-1100a-1100b-1600-2300-2300a-2600-6030
  • Nokia 2100-3610-5210-8210-8250-8290-8850-8855-8890
  • Nokia 3100-3100b-3105-3125-6100-6108
  • Nokia 3200-3200b-6220-6610-6610i-7210-7250-7250i
  • Nokia 3220-3220b-6020-7260
  • Nokia 3300-3300b
  • Nokia 3310-3315-3330-3350-3390-3410-5510
  • Nokia 3510-3510i-3530
  • Nokia 3585-3586
  • Nokia 3600-3650-3660
  • Nokia 5100-5100a
  • Nokia 5110-5110i-5130-5190-6110-6130-6150-6190-6210-6250-7110
  • Nokia 6015-6016-6225-6585-6586
  • Nokia 6230-6230b
  • Nokia 6310-6310i-6340-6340i-6360-6370-6385
  • Nokia 6510-8310
  • Nokia 6670-7610-7610b
  • Nokia 6680-6681
  • Nokia 6800-6800a-6810
  • Nokia 6820-6820a
  • Nokia 8910-8910i
  • Nokia 9210-9210i-9290
  • Nokia 1110-1600-6030-6060-7380